Pequena,
Jelaga resah ini bermula
ketika matahari tertahan diketinggian
tempat pelangi bertaut.
Waktu itu cericit anak burung masih samar terdengar...

Lalu kita berlari - lari di pematang mimpi,
Menyongsong senja ranum
sebagai muara keindahan yang paripurna

Pequena,
Jelaga resah ini mengakar di tanah hati
ketika matahari urung menuntaskan kembara...
Waktu itu sayap - sayap anak burung
tlah patah sebelum mampu terbang sempurna...

....dan kita menyeret langkah
ke arah yang berbeda

( Kota Matahari, Okt'10 )

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

1 komentar:

  1. komunikasi, diskusi dan berbagi pengetahuan tentang blogger disini : http://www.facebook.com/developers/#!/home.php?sk=group_168382339856644&notif_t=group_activity

    BalasHapus

 
Blogger TemplateLangit Jingga di Mempawah © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top