Kucoba melarikan hati
menjadi apa saja yang aku bisa...
Mungkin menjadi angin yang giat kemana saja
mengelilingi dunia mengitari jagad raya
Atau menjadi kunang yang tetap benderang  di pekatnya malam
Atau menjadi kata yang bisa merangkai apa saja
Apa saja....

Aku hirau... sebenarnya kulari dari apa?
Teringat katamu,
Embun tak kan membuat pagi tertegun,
dan sebait puisi tetap mampu menyembunyikan maksud hati.

Adakah kuLari dari kata hatiku sendiri??

Sebenarnya,
Memang,
Jarak antara hati dan hati lebih jauh dari pada sekedar hitungan mill...
dan aku coba melarikan hati,
menjauhkan sanubari dari sumber tempatnya kerap bergetar tak henti....

Karena sejarah waktu dan kisah kabut yang kian melarut
Sungguh membuat rasa terpaksa pudar dan surut

Aku Lari,
biar hati saja yang mengirim mata dalam angin lewat
Tuk sekedar melihat puisi hatimu yang kukagumi,
lalu ku catat senyummu, megah tentangmu,
dan kuterbitkan di lain hari pada sisian mentari.....

( mungkin kau melihatnya,
tapi aku sudah

; Lari )


puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
By. ZeLika_Merry Mempawah

6 komentar:

  1. hahaha, jalani hidup dengan senyuman,, maka hidup akan tersenyum kepada kita...

    BalasHapus
  2. engkau berlari dalam indahnya pikiran
    engkau berlari dalam siraman sinar rembulan
    engkau berlari dalam cerahnya pagi dan siang
    jangan engkau lari dari sedih yang mendalam

    BalasHapus
  3. Sedih mendalam juga merupakan bentuk keindahan tersendiri :D

    BalasHapus
  4. so sweet... hehehehe :-D

    BalasHapus

 
Blogger TemplateLangit Jingga di Mempawah © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top